Blog

Blog ini dibuat untuk tugas mata kuliah wajib Teknik Industri semester 6 yaitu Sistem Manajemen Informasi (ENIE600024) dengan kode kurikulum: 01.07.04.01-2012 dengan bobot 3 SKS dengan dosen pengajar Ir. M. Dachyar M.Sc

Monday, March 17, 2014

Evaluasi dimensi utama pada BPR dengan menggunakan FAHP



 
 Framework yang digunakan pada penelitian

Tujuan dari proses rekayasa ulang bisnis adalah untuk memperoleh peningkatan performa bisnis secara radikal dengan merubah perancangan proses. Jurnal yang saya baca bertujuan mengembangkan FAHP untuk evaluasi dimensi dari BPR dan mengambil penilaian dari pengambil keputusan untuk dijadikan pertimbangan.Gambaran pada empat dimensi dari BPR, pertama-tama peneitian ini meringkas indeks evaluasi yang dirangkum dari literatur dihubungkan dengan BPR.  Metode FAHP digunakan untuk mengukur beban dari kriteria yang ditentukan oleh pengambil keputusan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa budaya dari organisasi merupakan dimensi paling penting untuk BPR ketika BPR diterapkan.

Framework berdasarkan komputasi awan untuk meningkatkan penerapan dari e-commerce

 
Framework berdasarkan komputasi awan untuk ecommerce

Sebagai sebuah konsep yang baru, komputasi awan telah menarik perhatian dari perusahaan teknologi informasi, khususnya perusahaan yang bergelut pada bidang e-commerce. Saat ini, terdapat masalah utama yaitu biaya terhadap lingkungan selama perusahaan menerapkan ecommerce, tetapi dengan hadirnya komputasi awan, semua masalah akan dapat diselesaikan. Sebuah kerangka  yang diusulkan oleh Ahmed Abou Elfetouh Saleh akan membuat perusahaan mengurangi biaya melalui penerapan yang efektif dari aktivitas ecommerce dan menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan, yaitu ketidakmampuan mengembangkan ecommerce dikarenakan keterbatasan dari sumber daya

Peranan manajemen pengetahuan dalam kinerja organisasi di UKM Iran

 
 Strategi Manajemen Pengetahuan di sebuah perusahaan

Usaha Kecil Menengah mempunyai peranan yang penting, tidak hanya dalam mengembangkan sektor ekonomi tetapi juga pengurangan kemiskinan dan pembuatan lapangan kerja. Dewasa ini, UKM harus mengetahui bagaimana manajemen pengetahuan bisa diterapkan secara sukses dengan mengikutsertakan strategi dan program dalam menerapkan manajemen pengetahuan dan meningkatkan pembelajaran dan pembagian pengetahuan diantara para pegawai. Elemen kunci dalam implementasi manajemen pengetahuan adalah untuk meningkatkan kapasitas pembelajaran didalam perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Davood Gharakhani dan Morteza Mousakhani menyimpulkan bahwa kemampuan manajemen pengetahuan dapat memainkan peranan penting pada kinerja organisasi UKM di Iran