Setelah
meninjau sistem manajemen informasinya. Kantor Sekolah Pekerjaan Sosial
Winston-Salem/Forsyth County Star memulai proses untuk meningkatkan pengumpulan
data dan manajemen informasi. Hasilnya adalah terciptanya Sistem Informasi
Sekolah Pekerjaan Sosial, database relasional ini dirancang dan dikembangkan
oleh para pekerja sosial sekolah sendiri. Artikel ini meninjau proses
pengevaluasian sistem yang ada, mengembangkan dan menerapkan sistem baru,
evaluasi dan pengembangan lanjutan dari sistem baru, dan implikasi untuk
praktek pekerjaan sosial lebih lanjut. Artikel ini dimaksudkan untuk memberikan
pekerja sosial sekolah dengan informasi yang diperlukan untuk mengembangkan
sistem serupa.
Sunday, June 15, 2014
Sistem Arsitektur dari Informasi Manajemen Risiko untuk Rumah Sakit Pusat: Studi Kasus CHTMAD
Di lembaga-lembaga modern, manajemen risiko memainkan
peranan penting untuk meminimalkan kemungkinan efek samping dan memberikan
kontribusi untuk meningkatkan kualitas jasa pengiriman. Dalam perawatan
kesehatan , manajemen risiko yang efektif hanya mungkin jika didukung oleh
sistem informasi yang dapat menghasilkan ukuran kualitas tinggi dan indikator
risiko yang bermakna. Indikator-indikator ini akan memungkinkan organisasi
kesehatan untuk menilai diri sendiri dengan mengidentifikasi gap dan peluang
untuk perbaikan di beberapa perbatasan. Sebuah dorongan organisasi tersebut
tidak hanya untuk daya saing, tetapi juga untuk tujuan benchmarking,
akreditasi dan sertifikasi. Selain itu, pemantauan indikator tertentu sering
dibutuhkan oleh pengawasan tersebut. Namun, pengembangan sistem manajemen
risiko dapat menjadi proses yang sulit karena kompleksitas yang melekat pada
sistem yang didapatkan melalui observasi (klinikal). Makalah ini menyajikan
sebuah arsitektur untuk pelaksanaan sistem informasi manajemen risiko,
menggunakan studi kasus CHTMAD, rumah sakit pusat di Portugal.
DFD untuk mendukung pengguna spreadsheet professional
Spreadsheet merupakan model programming yang digunakan secara
luas di industri, terutama pada bisnis yang membutuhkan aplikasi untuk
menjalankan kegiatannya, berkat tingkat
fleksibilitas dan intiutif. Mirip dengan pengembangan perangkat lunak, pengguna
spreadsheet professional meminta dukungan untuk memelihara dan memindahkan
lembar kerja mereka.
Dalam paper ini, pertama-tama kami mempelajari masalah dan
informasi yang dibutuhkan pengguna spreadsheet professional dengan menggunakan
survey yang disebar di perusahaan finansial yang besar. Berdasarkan kebutuhan
ini, kemudian kami menggunakan sebuah pendekatan untuk mengolah informasi dari
spreadsheet dan menyajikannya dalam bentuk yang ringkas dan mudah untuk
dimengerti dengan menggunakan leveled DFD. Pendekatan kami ini didapatkan dari
tiga pandangan yang berbeda berdasarkan aliran data dan membuat penggunanya
untuk menganalisis DFD dalam alur atas
ke bawah juga dengan menggunakan teknik memotong (slicing).
Untuk mengevaluasi kegunaan dari pendekatan yang kami
ajukan, kami menggunakan interview berlanjut dengan sembilan studi kasus dengan menyesuaikan kondisi industri. Hasil dari evaluasi ini terlihat jelas mengindikasikan permintaan dan
kegunaan dari pendekatan kami dalam memudahkan pemahaman dari spreadsheet.
Subscribe to:
Posts (Atom)