Di lembaga-lembaga modern, manajemen risiko memainkan
peranan penting untuk meminimalkan kemungkinan efek samping dan memberikan
kontribusi untuk meningkatkan kualitas jasa pengiriman. Dalam perawatan
kesehatan , manajemen risiko yang efektif hanya mungkin jika didukung oleh
sistem informasi yang dapat menghasilkan ukuran kualitas tinggi dan indikator
risiko yang bermakna. Indikator-indikator ini akan memungkinkan organisasi
kesehatan untuk menilai diri sendiri dengan mengidentifikasi gap dan peluang
untuk perbaikan di beberapa perbatasan. Sebuah dorongan organisasi tersebut
tidak hanya untuk daya saing, tetapi juga untuk tujuan benchmarking,
akreditasi dan sertifikasi. Selain itu, pemantauan indikator tertentu sering
dibutuhkan oleh pengawasan tersebut. Namun, pengembangan sistem manajemen
risiko dapat menjadi proses yang sulit karena kompleksitas yang melekat pada
sistem yang didapatkan melalui observasi (klinikal). Makalah ini menyajikan
sebuah arsitektur untuk pelaksanaan sistem informasi manajemen risiko,
menggunakan studi kasus CHTMAD, rumah sakit pusat di Portugal.
No comments:
Post a Comment